Standar ini menetapkan syarat mutu dan cara uji meja laboratorium kimia.
Standar ini menetapkan persyaratan jumlah maksimum bahan/zat tertentu dan preparasi yang digunakan percobaan kimia dan kegiatan yang terkait
Metode uji ini mencakup metode uji untuk menganalisis kandungan kimia semen hidraulis. Beberapa metode uji menunjukkan presisi dan bias yang dapat diterima yang boleh digunakan untuk analisis semen hidraulis, termasuk untuk keperluan analisis referee dan sertifikasi seperti dijelaskan pada Pasal 4. Metode uji kimia khusus disediakan untuk kemudahan acuan bagi yang ingin menggunakannya. Metode u…
Standar ini menetapkan tata cara pembuatan ekstrak sedimen untuk pengujian kimia sedimen layang dan/atau sedimen dasar antara lain pH, amonium (NH4), fosfat (PO4), nitrat kobal (Co), besi (Fe), magnesium (Mg), molibdenum (Mo), kalium (K), natrium (Na). (NO₂), logam total dan unsur kelumit dalam sedimen: aluminium (Al), boron (B), barium (Ba). strontium (Sr) dan vanadium (V), agar dapat diuji …
Standar ini bertujuan untuk menetapkan langkah-langkah bagi perencana dan pengelola bangunan gedung, khususnya terkait sistem ventilasi, untuk meminimalkan paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap penghuni bangunan gedung
Standar ini menetapkan metode untuk menentukan besaran perubahan karakteristik aspal dengan cara pemanasan lapisan tipis aspal (thin film oven test). Standar ini meliputi juga penentuan pengaruh panas dan udara pada film dari bahan aspal. Efek dari perlakuan ini ditentukan dari pengukuran sifat-sifat terpilih dari aspal orisinal dan residu aspal.
Persyaratan dalam Standar ini berlaku untuk bangunan gedung fasilitas pelayanan kesehatan yang meliputi bangunan gedung fasilitas perawatan, bangunan gedung fasilitas nonperawatan, dan bangunan gedung fasilitas rawat pendukung
Standar ini berlaku untuk unit hunian dalam bangunan gedung residensial yang penghuninya bersifat tidak sementara (nontransien).
Standar ini bertujuan untuk menetapkan langkah-langkah bagi perencana dan pengelola bangunan gedung, khususnya terkait sistem ventilasi, untuk meminimalkan paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap penghuni bangunan gedung.