Text
Kesusastraan indonesia : teori pengkajian, dan model pembelajaran
Khazanah sastra Indonesia ibarat permata beraneka faset. Kita dapat meninjaunya dari segi waktu (lama, baru/modern, dan kontemporer/mutakhir). segi media (sastra tulis klasik, sastra lisan, sastra tulis modern, dan transformasinya ke wahana lain), segi genre (puisi, prosa, dan drama), segi isi (hiburan dan didikan), dan kontak budaya (Hindu, Budha, Islam, dan Kristen). Sastra Indonesia pun dapat dikaji dengan pendekatan, teori, dan wawasan estetik yang menyejarah dalam konstelasi sastra dunia yang sulit disekat dengan patok satu bangsa dan negara. Misalnya, estetika romantik yang bersumber dari Eropa dapat menjadi wawasan estetik Pujangga Baru di Indonesia pada awal abad ke-20, meskipun menempuh perjalanan lebih kurang seratus tahun. Banyak di antara pembaca yang tertarik untuk mengkaji karya satra Indonesia dengan melihat ciri aliran atau mazhab satra yang terdapat di dalamnya. Mungkin juga ada yang terpesona dengan misteri bahasa dan gagasan di dalamnya sehingga ingin menaklukannya dengan pendekatan Wellek dan Warren, Abrams, Selden, Keesey, atau Zoest. Pendekatan itu baru langkah awal. Konkretisasi pengkajian dapat dilakukan dengan teori fenomenologi, stilistika, semiotika, dan teori lainnya. Kini pendekatan dan teori sastra yang menawarkan wawasan estetik itu layaknya etalase yang siap dipilih oleh peneliti, pengkaji, atau guru yang akan mengajarkan teks sastra di sekolah. Buku ini adalah salah satu etalase tersebut yang memberi aplikasi empiris bagi para pembacanya.
Tidak tersedia versi lain